Merayakan Imlek dengan berpuisi

Unmasked adalah sebuah komunitas puisi yang berbasis di Jakarta yang secara rutin menyelenggarakan acara pembacaan puisi. Di setiap acara yang diadakan, para penonton dapat turut berpartisipasi untuk membacakan puisi karya mereka. Unmasked digagas oleh Ayu Meutia, Putri Minangsari, Pangeran Siahaan, dan Abdul Qowi Bastian yang memiliki kegemaran membaca puisi walaupun dengan berbagai profesi yang berbeda….

RasaKata: Teruntuk Kamu, Kamu, Kamu Yang Pernah Mampir – Qowi

Spoken word kali ini sedikit berbeda dengan karya-karya saya sebelumnya. Ingin mencoba gaya penulisan dan pembacaan yang sedikit berbeda. Saya mash ingat betapa lemasnya diri ini ketika harus maju ke depan membacakan karya yang berjudul Teruntuk Kamu, Kamu, Kamu Yang Pernah Mampir di hadapan puluhan penonton Unmasked Open Mic: Valentine Schmalentine pada 14 Februari 2016…

RasaKata: Ini Tentang Tanah oleh Iman Usman

Dalam memperingat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71, Unmasked kembali mengadakan open mic yang diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Agustus. Tema malam itu, “Ancestry”, atau leluhur. Salah satu guest poets yang diundang adalah Muhammad Iman Usman, pendiri ruangguru.com, sebuah marketplace online yang menghubungkan guru privat dan pelajar di Indonesia. Dalam…

Mengenang satu dekade Pram lewat ‘Bunga Penutup Abad’

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari,” ucap Nyai Ontosoroh lembut kepada Minke.  Penggalan kalimat pendek buah pena Pramoedya Ananta Toer tersebut menggaung teduh ke telinga penonton, terkenang hangat di hati, di auditorium Gedung Kesenian Jakarta…

RasaKata: Mereka Yang Menilai Islamku

Salah seorang pendiri komunitas Unmasked: Open Mic Poetry, Ayu Meutia, mengirimkan puisinya yang berjudul Mereka Yang Menilai Islamku kepada RasaKata. Berikut puisinya: Mereka nilai Islamku, Dari kelalaianku menunaikan hal-hal fardu, seperti mengerudungi kepalaku. Mereka nilai Islamku, Karena di awal kepala dua ini belum ada cincin di jari manisku, di mana-mana gadis-gadis sebayaku bakal menjadi ibu….

RasaKata: Manusia Setengah Dewasa

Waktu itu, salah seorang adikku yang baru masuk kelas 1 SMP protes. Ia sebal karena masih dianggap anak kecil olehku. Aku sering berkata padanya, “Hati-hati kalau memasak di dapur. Jangan main pisau, kamu masih kecil, nanti jarinya terpotong”. Atau kadang ketika ku sedang jengah, “Duh, kamu anak kecil tahu apa, sih?” Adikku beranggapan ia tak…

‘Kamu’ oleh Dea Safira Basori

RasaKata kembali mendapat kiriman puisi. Kali ini datang dari Dea Safira Basori. Dea adalah seorang perempuan kelahiran Jawa yang kini sedang menyelesaikan studi kedokteran gigi. Selain mempelajari tarian tradisional Jawa, ia menaruh minat pada isu perempuan, hubungan internasional, dan kebijakan luar negeri. Seperti apa puisinya? Langsung simak di bawah ini: Aku pernah menyakitimu Iya, menyakitimu…

RasaKata: Noises Worth Hearing – Rara Rizal

Performed at Unmasked open mic, at the aptly named Noise Worth Hearing, at @america cultural center, Pacific Place, Jakarta, on 16 July 2016. Praises for Rara’s “Noise Worth Hearing” from the Unmasked crew: “I love Rara’s piece like oh my God” – Ayu Meutia “Bzzt ugly. Bzzt fat. Brilliant!” – Putri Minangsari “Rara was brilliant”…

Menjadi Lelaki Bukan Sekadar Memiliki Penis

Kata orang, lelaki mempunyai ego yang tinggi. Sedikit saja dilukai, akan berujung masalah. Ada benarnya memang, tapi tidak semua lelaki berperangai seperti itu. Puisi syair lisan (spoken word poetry) yang saya bawakan di acara komunitas puisi Unmasked di pusat kebudayaan @america di Pacific Place, pada Sabtu, 16 Juli, kemarin menyentil isu tersebut. Saya beri judul It…

Kembali Beribadah Puisi Setelah Puasa Ramadan

Sudah kembali ke Jakarta usai mudik Lebaran? Belum tahu mau ke mana akhir pekan ini? Jika ingin menikmati Sabtu sore dengan berpuisi dan menikmati musik akustik, kamu bisa datang ke Unmasked: Noise Worth Hearing, sebuah open mic yang digelar di pusat kebudayaan Amerika Serikat, @america di Pacific Place, Jakarta Selatan. Dalam acara ini, kamu bisa…

Menyelami Puisi-Puisi Rangga dalam ‘AADC 2’

Buku kumpulan puisi dari film Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC 2) laris manis. Buku karya penyair Aan Mansyur ini akan dicetak ulang setelah 5.000 eksemplar ludes terjual di hari pertama peluncurannya, pada Kamis, 28 April. Buku berjudul Tidak Ada New York Hari Ini akan dicetak kembali sebanyak 3.000 eksemplar. Dalam akun Instagram-nya, Aan mengatakan,…