Nurunin berat badan enggak pakai ribet dengan diet warna

screen-shot-2017-01-17-at-9-49-06-pm

Apakah salah satu resolusi tahun baru kamu adalah menurunkan berat badan? Untuk mencapai tujuan itu, tentu dibutuhkan proses yang enggak gampang. Misalnya, kamu harus mulai diet dan menahan makan — yang awalnya memang terdengar menakutkan.

Apalagi kamu pernah melihat atau mendengar langsung pengalaman orang-orang di sekitarmu yang mencoba diet tapi gagal total. Belum sebulan, sudah berhenti diet. Resolusi seakan cuma jadi kenangan di masa lalu yang akan diperbarui pada tahun baru berikutnya.

Biasanya, yang menjadi sumber kegagalan diet itu adalah pola makan yang tidak sustainable — atau berjangka panjang. Orang dipaksa memakan makanan yang tidak sesuai dengan selera. Tanpa bumbu, porsi kecil, rasa hambar, dan semacamnya. Belum lagi kalau keinginan untuk nyemilnyemil imut muncul waktu enggak bisa tidur malam hari. Atau kamu enggak bisa menolak ajakan teman untuk hangout dan makan di luar.

Kalau sudah begitu, pada umumnya orang akan merasa stress sendiri dan tertekan, sehingga setelah menjalani diet yang menyiksa itu selama beberapa bulan, atau pekan bahkan hari, orang akan balas dendam dengan memasukkan segala jenis makanan ke dalam mulut. Fast food lah, donat, minuman manis atau bersoda, dan sejenisnya. Lalu, buyar semuanya.

Kebanyakan orang juga akan kemudian mencari justifikasi untuk keputusannya itu. “Ah, hidup cuma sekali. Kenapa harus menyiksa diri dengan enggak makan enak? Di Indonesia banyak banget makanan enak, sayang kalau enggak dicobain semua”. Ya, kurang lebih begitulah.

Pasti skenario di atas terdengar familiar dong di kuping kamu? Tentu, karena itu sering terjadi kepada orang-orang di sekitar kita. Entah kakak, adik, teman, orangtua, atau bahkan kamu sendiri pernah mengalaminya. Ayo, ngaku aja.

Hmm… Bisa enggak, ya, nurunin berat badan tapi kita enggak tersiksa? Makan enak tapi enggak bikin perut buncit? Bisa aja. Gimana caranya? Dengan diet warna.

Akram Askar, seorang fitness YouTuber GyManiac dan founder situs lelakisehat.com, memperkenalkan diet warna ini. Apa itu diet warna?

Pada dasarnya, konsep diet warna ini adalah diet yang fleksibel. Jadi buat kamu yang pernah mencoba macam diet lain dan harus terpaku dengan waktu makan tertentu atau jenis makanan tertentu, hal tersebut enggak berlaku di sini. Dalam diet warna, kamu diberikan pilihan untuk makan sebanyak 2 atau 3 kali sehari —seperti normalnya orang Indonesia.

Tapi… kamu enggak bisa nyemil kalau mau menjalankan diet ini dengan baik. Setelah kamu memutuskan apakah ingin makan 2 atau 3 kali sehari, kamu bisa menentukan sendiri makanan apa yang ingin kamu konsumsi setiap harinya. Jenis makanan ini akan dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan warna. Inilah dasar penamaan diet warna itu.

Yang pertama adalah kelompok warna hijau (Green Food). Ini adalah makanan-makanan yang bagus untuk dikonsumsi dengan kalori yang rendah, tapi nutrisinya banyak untuk kebutuhan kamu sehari-hari.

Contoh makanan kelompok hijau ini ada telur rebus, ubi kukus, ayam bakar, oatmeal, frozen yoghurt, bahkan gado-gado. Sehat banget ya? Enggak juga kok. Buktinya, kamu masih bisa makan grilled chicken wrap-nya Burger King atau minum es bubble tea. Ingin ngerasain fast food? Kamu masih bisa makan 6 buah chicken McNuggets-nya McDonald’s juga, lho.

Yang kedua adalah kelompok warna kuning (Yellow Food). Jumlah kalori di kelompok makanan warna ini sedikit lebih banyak dibandingkan makanan-makanan yang termasuk dalam kelompok hijau.

Yang termasuk dalam kelompok kuning beberapa di antaranya ada bakso, siomai, mie ayam, nasi rawon, pempek, tahu telur. Ngiler fast food? Tenang, double cheeseburger dari McDonald’s juga termasuk dalam kelompok ini. Juga, 12 buah chicken McNuggets. Begitu pula 1 ayam goreng KFC plus nasi putih dan soft drink pilihanmu. Oh ya, 2 donat J.Co juga termasuk, lho.

Yang ketiga adalah kelompok warna merah (Red Food). Ini adalah kelompok makanan dengan kalori yang tinggi sehingga sebisa mungkin diminimalisir konsumsinya. Bukan enggak boleh dimakan, tapi dikurangi. Yang ini contohnya meliputi pizza, nasi goreng, nasi padang, mie goreng, regular rice bowl Yoshinoya, dan semacamnya.

Sudah cukup jelas? Mari kita lanjutkan. Setelah memahami peraturan sederhananya dan mengenali 3 kelompok warna beserta jenis makanannya, lalu apa yang perlu kita lakukan? Berikut panduan gampangnya:

Pertama, pilih pola makan kamu. Setelah itu, pilihlah makanan yang ingin kamu konsumsi.

Seperti dijelaskan di atas, kamu memiliki 2 pilihan: Ingin makan 2 atau 3 kali sehari. Kedua pilihan ini memiliki plan yang berbeda.

Untuk pilihan 2 kali makan sehari, berikut polanya:

  • Makan pertama: Yellow Food
    • Misal, makan siang: Sate padang plus nasi putih
  • Makan kedua: Red Food
    • Misal, makan malam: Nasi goreng

Untuk pilihan 3 kali makan, dibagi menjadi dua pilihan lagi.

Pola 3 kali makan pertama (A):

  • Makan pertama: Green Food
    • Misal, makan pertama (sarapan): Whey protein shake
  • Makan kedua: Yellow Food
    • Misal, makan siang: Sate ayam plus nasi putih
  • Makan ketiga: Yellow Food
    • Misal, makan malam: Batagor

Pola 3 kali makan yang kedua (B) —ini yang paling dianjurkan:

  • Makan pertama: Green Food
    • Misal, sarapan: 4 telur rebus atau ayam bakar
  • Makan kedua: Green Food
    • Misal, makan siang: Gado-gado tanpa kerupuk
  • Makan ketiga: Yellow Food
    • Misal, makan malam: Nasi putih plus ikan bakar

Jika kamu telah memilih pilihan makananmu, itulah makanan-makanan yang boleh dimakan untuk hari ini. Urutan warna makanan apa yang dimakan duluan itu tidak penting, asal sesuai dengan ketentuan. Contoh makanan-makanan di atas adalah porsi makan normal. Ingat, jangan berlebihan dengan porsi makanmu.

Untuk contoh-contoh jenis makanan lain, kamu bisa kunjungi tautan lelakisehat.com/dietwarna.

Bagaimana kalau makanan favoritmu enggak ada di dalam daftar? Kirim email aja, nanti akan dijawab oleh si empunya situs dan menjelaskan apakah makanan kesukaanmu masuk kategori makanan hijau, kuning, atau merah.

Masih kurang jelas? Kamu juga bisa tanya-tanya langsung mengenai diet warna melalui Instagram @lelakisehat. Nanti pertanyaanmu akan dijawab di sana.

Sudah saatnya kamu stick to your resolutions this year. Siapa yang mau coba diet warna mulai besok?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s