Wawancara dengan Paula Verhoeven, model Biyan di ‘Benang Merah’

Apa jadinya hidup jika tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lainya? Tentunya sangat membosankan.

Keragaman antara satu dan lainnya menjadi suatu keindahan tersendiri selama mereka mempunyai suatu tujuan yang sama, atau dengan kata lain mempunyai benang merah, demi mencapai suatu tingkat kehidupan yang lebih baik.

Keragaman inilah yang juga menjadi inspirasi salah satu desainer papan atas Indonesia, Biyan Wanaatmadja, yang beberapa waktu lalu menggelar presentasi koleksi Women’s Wear Spring Summer 2016 di Segara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, pada 1 Juni silam.

Desainer Biyan Wanaatmadja usai peragaan busana Benang Merah, pada 1 Juni 2016.
Desainer Biyan Wanaatmadja usai peragaan busana Benang Merah, pada 1 Juni 2016.

Dengan mengambil tema Benang Merah, desainer kelahiran Surabaya, 20 Oktober 1954, ini berhasil membuat suatu koleksi dengan menggarap inspirasi dari kain Chintz yang berasal dari Gujarat, India, yang dituangkan dalam berbagai macam warna, seperti shades of red, coral, indigo blue, fresh mint, olive berpadu manis dengan off white, beige, gold, silver, dan hitam.

Seperti kekhasannya, Biyan juga menggunakan material mewah yang saya percaya dapat memanjakan mata begitu pertama melihatnya, seperti lame jacquard, lace, denim, dan linen yang dipadu apik dengan penggunaan metal emboss, handcrafted brass, mineral stones, carved bones, glass, dan crystal beads.

Ditambah lagi dengan padanan Swarovski, fresh water pearl, dan lace ribbon.

Perpaduan apik inilah yang sudah menjadi trademark designer pemilik empat brand ini — Biyan, Studio 133,(X)S.M.L., dan Biyan Bride. Perpaduan ini juga menjadikan keseluruhan koleksi nampak begitu mewah, “bernilai”, dan wearable.

Peragaan busana ini juga didukung oleh model-model papan atas Indonesia, salah satunya Paula Verhoeven, yang kini juga aktif sebagai pemain film.

Berikut adalah hasil wawancara Lelaki Metropolitan bersama Paula usai acara:

Paula Verhoeven bersama Biyan.
Paula Verhoeven bersama Biyan.

Bagaimana perasaan Paula saat terpilih (lagi) menjadi model peragaan Biyan?

Tentunya saya merasa sangat senang dan bersyukur masih dapat terpilih dan dipercaya oleh Mas Biyan untuk membawakan busana rancangannya di show ini.

Apa kesan Paula terhadap rancangan Biyan?

Untuk rancangan Mas Biyan kali ini lebih bermain dengan banyak warna dan tetap menunjukan ciri khas Mas Biyan dengan permainan motif dan material lace-nya.

Apa baju favorit Paula untuk desain oleh Biyan pada show ini?

Sulit sekali untuk menentukan baju favorit, karena aku adalah salah satu penggemar rancangannya. Hampir semua baju Mas Biyan Aku suka. Rasanya ingin sekali untuk memiliki semuanya.

Kesan Paula terhadap show Biyan kali ini?

Setiap tahun Mas Biyan selalu memberikan “sesuatu” yang baru, dengan tema yang baru pula tanpa menghilangkan cirri khasnya yang bermain dengan material mewah. Ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu para pencinta rancangannya, termasuk saya sendiri.

Setiap shownya selalu berkesan dalam hati, bahkan sampai terbawa mimpi untuk memilikinya (tertawa).

Bagaimanakah seorang Biyan di mata Paula?

As a person, beliau memang tidak banyak bicara, tetapi orangnya sangat baik dan mempunyai sense of humor yang tinggi. Semua model jatuh cinta padanya, selain juga pada rancangannya.

Saya rasa hampir semua model memimpikan untuk memperagakan koleksi indahnya, dan saya beruntung sekali untuk mendapatkan kesempatan itu.

This slideshow requires JavaScript.


Teks oleh Erfan Haryando. Foto dari Davy Linggar Photography

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s