Gymtimidation: 7 Cara Mengatasi Rasa Minder Buat Pemula

Memulai sesuatu yang baru itu kadang menakutkan. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi.

Begitu pula dengan memulai untuk mengangkat sebilah dumbbell yang tersusun rapi di rak gym kamu. Meski dumbbell teringan seberat 5 kg bisa dengan mudahnya kamu angkat, ada beragam perasaan lainnya yang berkecamuk dalam hati.

Ada rasa malu, minder, bahkan ketidakpercayaan diri, saat memulai. Apalagi jika di tempat latihanmu, banyak yang sudah terlihat lebih mahir dan berbadan lebih besar. Fenomena ini sering disebut “Gymtimidation.”

Hal tersebut diakui oleh Dedi Wiradinata, seorang pekerja swasta.

Personally saya lack of self confidence sehingga suka muncul rasa minder kalau melihat orang lain yang sudah ‘jadi’ latihan dengan beban yang lebih berat sedangkan beban saya ringan,” kata Dedi kepada Lelaki Metropolitan.

Pengalaman seperti ini umumnya berlaku bagi siapapun yang baru memulai latihan di pusat kebugaran, baik mereka yang bertujuan untuk menaikkan massa otot atau ingin mengurangi kadar lemak tubuh.

Seringkali, karena self-esteem yang sudah turun duluan, mereka malahan memutuskan untuk berhenti sebelum memulai.

Biasanya, tipe seperti ini akan memilih menggunakan alat cardio seperti treadmill atau mengikuti kelas group exercise seperti body combat atau body pump.

Tentu, tidak ada salahnya jika memilih jenis olahraga yang disebutkan di atas, tapi jangan sampai seseorang merasa terintimidasi oleh kehadiran para pria (dan wanita!) berbadan besar di weight room.

“Terintimidasi sih tidak. Tapi secara efek psikologis terkadang suka minder kalau melihat mereka bermain alat berat. Terlebih dengan beban yang berat ditambah suara-suara yang ditimbulkan,” ungkap Dedi.

Menurutnya, tipe gym goers seperti ini sering “menguasai arena”, sehingga membuat pemula seperti Dedi sungkan untuk berlatih di area yang sama.

Lalu, apa yang membuat seseorang enggan melakukan aktivitas angkat beban? Menurut Dedi, kurangnya motivasi.

“Saya kurang berminat apabila dilaksanakan sendirian,” aku Dedi.

“Latihan beban butuh motivasi. Dan karena dikerjakan individu, jadi saya kurang termotivasi.”

Motivasi, bagi Dedi, dapat ditemukan di orang lain, misalnya seorang kawan atau gym buddy yang akan mendorong semangatnya.

“Dikarenakan kurangnya motivasi sehingga di saat bermain alat sendiri, menyebabkan saya menjadi kurang push to the limit dan cenderung bermalas-malasan,” ujarnya.

Pastinya, motivasi Dedi dan kamu berbeda.

Ingatlah, bahwa mereka tidak terlahir berbadan besar. Mereka pun harus melewati proses untuk mencapai kondisi tubuh seperti itu. Sama dengan kamu, mereka awalnya juga pemula. Yang membedakan, mereka memulai lebih awal.

Jika kamu memulai sekarang, akan semakin dekat pula kamu meraih tubuh impianmu.

Berikut adalah kiat-kiat agar pemula enggak minder saat latihan beban di gym:

1. Berlatih bersama teman

Salah satu alasan kurangnya motivasi, kata Dedi, adalah tidak ada teman. Berlatih bersama teman dapat membuatmu merasa lebih nyaman dan tidak sendirian.

Kamu dan temanmu juga bisa ngobrol soal isu politik (err?) terkini di waktu jeda antar set.

2. Latihan pada jam sepi

Jam ramai gym itu biasanya dimulai pada pukul 6-8 pagi, sebelum para pekerja masuk kantor. Kemudian pada pukul 5 sore hingga 8 malam, setelah kaum pekerja pulang kantor sambil menunggu macet.

Kamu bisa latihan pada saat jam makan siang di tengah hari. Memang sih, waktunya cuma sedikit, tapi bisa diusahakan untuk membiasakan dirimu berkenalan dengan dumbbells dan barbells.

Biasanya Senin menjadi hari yang paling ramai, karena kebanyakan orang ingin “menghapus dosa” atas apa yang mereka makan di akhir pekan.

Gym akan relatif lebih sepi menjelang akhir pekan, mulai dari Jumat sore hingga Minggu sore. Kamu bisa latihan pada waktu tersebut.

3. Jangan malu jika tak mampu angkat berat

Ingat, kamu adalah seorang pemula. Yang penting adalah kamu sudah selangkah lebih maju dibanding orang lain yang masih belum memulai. Dengan latihan rutin dan dedikasi yang tinggi, bebanmu pasti akan bertambah.

4. Jangan terlalu berlebihan

Jika kamu mencoba untuk push to the limit too hard, kamu hanya akan mencederai dirimu sendiri. Lakukan setiap langkah perlahan. Tingkatkan beban angkatanmu setiap minggunya.

Kalau kamu mengangkat beban lebih berat dari kemampuanmu, kamu akan merasakan nyeri keesokan harinya. Hal ini disebut Delayed Onset Muscle Soreness.

Mengapa ini terjadi? Karena tubuhmu tak terbiasa melakukan gerakan-gerakan ini, jadi memang butuh adaptasi.

5. Jangan takut jika kamu belum mengenali semua alat

Ada berapa macam gerakan yang bisa kamu gunakan dengan dumbbells? Atau dengan barbell? Apakah gerakan yang kamu lakukan sudah benar? Duh, kok orang itu ngeliatin saya, ya? Apa saya salah?

Jangan khawatir dan tidak perlu self-conscious seperti itu. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menguasai alat-alat di gym yang terkesan menakutkan dan menyeramkan itu.

Cara mengatasinya? Coba hire personal trainer untuk membantumu atau menonton klip di YouTube sebelum kamu berangkat ke gym. Dengan begitu, kamu sudah mengenali mesin-mesin di tempat kebugaran dan bisa melakukan gerakannya dengan aman dan tepat.

6. Cari teman baru

Berteman dengan orang baru di gym-mu. Buat seorang introvert, memang rada susah sih untuk memulai percakapan. Tapi kalau untuk kebaikan mu, hey, enggak ada salahnya, kan?

Berkenalan dengan orang lain yang lebih paham dan sudah lama latihan akan membantu untuk meningkatkan motivasimu.

Kamu bisa memulai bertanya, “Hi, bisa tolong bantuin spotting-in, enggak?” Dijamin, mereka akan dengan senang hati membantu. Kamu juga enggak perlu malu untuk bertanya. Karena sebenarnya setiap orang itu ingin membantu satu sama lain.

7. Jangan malu jika dilihatin orang lain

Untuk pemula, self conscious itu bisa sangat tinggi, lho. Duh, dilihatin orang. Apakah gerakan saya salah? Pertanyaan seperti itu dan rasa minder kerap muncul.

Untuk mengatasinya, block out semua pikiran negatif atau kamu bisa menggunakan headphones mendengarkan musik favoritmu.

Selamat mencoba dan jangan ragu untuk memulai!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s