Jeda Rindu antara Jakarta, Yogyakarta, dan New York

Tidak ada New York hari ini. Sebuah kalimat pendek penuh makna, rasa, dan perayaan akan kembalinya Rangga (Nicholas Saputra), sang prince charming idola remaja Indonesia di era awal 2000-an.

Salah satu film layar lebar terbaik Indonesia, Ada Apa Dengan Cinta? (2002) menjawab penantian panjang Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan para penikmat film karya anak bangsa setelah 14 tahun sejak adegan perpisahan paling mengharukan di Bandara Soekarno-Hatta itu lewat film sekuelnya.

AADC_235_of_263
Hangatnya nostalgia persahabatan Cinta-Karmen-Milly-Maura

Duo maut sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana merilis Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC 2) pada 28 April 2016 dengan menghadirkan hangatnya nostalgia persahabatan Cinta-Karmen-Milly-Maura, bait puisi Rangga, denting gitar lagu Bimbang karya Anto Hoed dan Melly Goeslaw, dan penjelasan akan semua yang terjadi di antara ratusan purnama yang telah terlewati.

Sulit untuk tidak membicarakan sekuel AADC dengan tanpa subjektif a.k.a baper untuk saya (dan saya yakin kalian juga), karena begitu familiarnya cerita dan skrip film AADC dengan potret kehidupan para remaja Indonesia yang tumbuh di era awal 2000-an; geng cewek-cewek yang kemana-mana selalu bareng, buku curhat, perdebatan soal cowok gaul dan cowok cupu di sekolah, nangis bareng, ketawa bareng, dan lain-lain.

_97A0436
Rangga, prince charming idola remaja, kembali dari pengasingan.

Begitu pula AADC 2 yang menggambarkan banyak pengembangan karakter dari masing-masing tokoh yang terlibat dalam kisah percintaan legendaris Romeo-Juliet versi Indonesia ini. Rangga yang dulunya dingin dan gelap, tergambar rapuh lewat sajaknya, sedangkan Cinta yang dulunya ceria dan lepas, terlihat rumit dalam jiwanya.

Namun begitu, ada satu tulisan Rangga yang perlu saya tulis di sini, “Musim terus berganti, namun hati tetap sama rindu”.

Ya, suka ataupun tidak suka dengan perubahan karakter di AADC 2, faktanya film ini telah berhasil menarik 2 juta penonton dalam 8 hari sejak debutnya.

005
Lokasi shooting di tiga kota; Jakarta, Yogyakarta, dan New York, membuat AADC 2 lebih kaya makna.

Lokasi-lokasi film AADC 2 yang di ambil di tiga kota, yaitu Jakarta, New York, dan Yogyakarta bagai memberikan ruang untuk tim produksi meng-explore cerita lebih luas dan perspektif yang segar untuk para penonton.

Penyisipan beberapa karya dan pertunjukan seni dari seniman lokal dalam adegan-adegan film ini juga patut diacungi jempol atas solidaritasnya mengapresiasi karya-karya anak bangsa.

Tidak lupa menyebutkan buku berjudul Tidak Ada New York Hari Ini yang berisi rangkaian kata-kata yang ditulis oleh penyair Aan Mansyur dan foto-foto kota New York oleh fotografer Mo Riza yang khusus diterbitkan untuk para penggemar AADC yang ingin menelaah 14 tahun kehidupan Rangga di New York City.

Karena saya adalah seorang penggemar berat Rangga dan geng Cinta, rasanya saya enggan menulis angka untuk menilai film ini. Jadi izinkan saya menilai film ini dengan kata “menyenangkan” untuk ditonton.

FullSizeRender

Dan menurut saya, cara terbaik untuk menikmati film ini adalah untuk menontonnya beramai-ramai bersama sahabat-sahabat anda saat menyaksikan film AADC 2002 silam.

Last but not least, kudos untuk seluruh kerja keras para aktor, aktris, dan kreativitas orang-orang di balik layar atas passion dan dedikasinya untuk memvisualisasikan kisah Rangga dan Cinta sekali lagi.

002a


Teks oleh Nariswari Yudianti. Foto oleh Citra Sultan dan Miles Films

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Julianezter says:

    What an epic movie!
    Reuni besar untuk masyarakat Indonesia. Baper massal.
    Thank you for sharing your thoughts about the movie. The way you write is just simply pleasing.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s