Fitness: Lakukan untuk diri sendiri, bukan orang lain

Ini adalah sebuah refleksi dari tahun lalu ketika gue tampil di panggung Ultimate Body Contest (UBC) pada 6 Desember 2015.

Pada hari itu, gue mengenakan nomor 84. Nomor yang sama gue dapat ketika menjadi finalis Abang None Jakarta Pusat 2012 yang lalu.

Setahun sebelum gue berani menginjakkan kaki di atas panggung untuk mengikuti body contest, tepatnya pada Desember 2014, gue udah duduk di bangku penonton UBC. Bersama si dia.

Di lokasi yang sama, Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Pada hari yang sama, Minggu. Hanya tanggalnya yang berbeda.

Sambil menyaksikan para kontestan memeragakan pose-pose andalan mereka, gue berbisik di telinganya, “Tahun depan gue akan ada di panggung itu”.

12362876_786372738159006_9019497593718428454_o

“Apa?” Tanya dia sambil mengibaskan rambutnya buat mempertajam pendengaran. Maklum, dentuman musik di ruangan itu lumayan kencang, enggak kalah sama di klub-klub malam di ibu kota.

“Gue bakal ikut kompetisi ini tahun depan,” kata gue lagi seraya setengah teriak di kupingnya.

“Dan gue akan ada di backstage nemenin lo,” katanya.

Tangannya meraih tangan gue dan menggenggamnya.

Setahun kemudian sejak malam itu, gue membuktikan janji. Gue berada di atas panggung. Di lokasi yang sama. Pada hari yang sama. Selain tanggalnya yang berbeda, ada satu lagi yang tak sama.

Dia enggak ada di bangku penonton, sebagaimana 365 hari yang lalu. Enggak ada pula di backstage, seperti yang ia janjikan 52 pekan yang lalu.

Tapi janji tetaplah janji. Dan pada saat itu gue sadar bahwa gue melakukan ini bukan untuk seorang perempuan. Tapi untuk diri sendiri. Gue melakukan ini untuk diri gue, bukan untuk orang lain.

Gue tampil sebaik mungkin, tapi keberuntungan belum berpihak ke gue hari itu.

Impian gue untuk mendapatkan medali juga buyar. Bahkan lolos banyak penyisihan pun tidak.

(BACA: Ketika Kekalahan Datang Bertubi-tubi)

Bagaimanapun, gue cukup bangga dengan hasil yang gue raih selama ini. Gue berlatih keras dan menjalani tantangan yang cukup berat selama setahun ke belakang. Dan untuk pertama kalinya gue berani tampil di depan umum.

Meski orang yang lo harapkan untuk datang dan menunjukkan dukungannya udah enggak bersama lo lagi, yang tetap sama adalah konsistensi lo untuk meraih tujuan lo.

If you believe you can do it, you will.


Teks oleh Abdul Qowi Bastian. Foto dari ultimatebodycontest.com 

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Eni Kurnia says:

    W doain yang terbaik untuk lo dan lakukan yang terbaik…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s