Cinta Dalam Semangkuk Chia Seeds

Salah satu resolusi yang saya ikrarkan pada awal 2016 ini adalah mempertahankan bentuk badan agar tetap sehat dan, bonusnya, tetap enak dipandang. Maklum, sejak jatuh cinta pada dunia fashion, rasanya memiliki tubuh yang aduhai menjadi syarat mutlak untuk dijalankan.

Terlebih semakin ke sini, semakin banyak macam pakaian laki-laki yang mengharuskan si pemakainya untuk tetap tampil prima. Mulai dari kemeja slim fit lah, yang

dekonstruktif lah, bahkan yang backless sekalian. Rasanya, jika memakainya, saya harus membuat orang lain menoleh.

Ngomong-ngomong, tabu enggak fesyen dekonstruktif itu maksudnya apa? Jangan cuma angguk-angguk kepala aja. Itu lho, baju yang kanan dan kirinya beda. Asimetris.

Anyway, itulah salah satu alasan kenapa saya selalu berusaha mati-matian untuk senantiasa memeras keringat di pusat kebugaran. Ya, minimal 4 kali seminggu, deh. Mengalahkan waktu berkunjung ke tempat pacar — di suatu masa yang lampau, secara sekarang saya single and fabulous.

Kalau kata orang, kan, life begins at forty. Eh, tapi jangan salah, ya. Usia saya belum berkepala empat, lho. Hampir. Tapi belum.

Selain gemar ngos-ngosan di gym, saya juga selalu memilih makanan yang saya konsumsi. Jangan sampai, deh, makanan yang saya makan itu “merusak” keseluruhan penampilan yang diakibatkan oleh timbunan lemak.

Kalau udah begitu, sakitnya tuh di sini (tunjuk dada), melihat koleksi pakaian yang nge-hip dan trendy tapi enggak bisa dipakai lagi.

Menu makan dari sarapan hingga dinner pun selalu saya perhatikan. Menu yang rendah lemak selalu menjadi incaran utama, agar tetap bisa tampil fit and fabulous.

chia seeds amber cafe

Salah satu menu sarapan baru favorit saya bisa didapatkan di Amber Cafe di Jalan Senopati Raya, Jakarta Selatan.

Menu apa itu? Chia Seeds and Basil Pudding.

Dari namanya, tentu diketahui bahan utamanya pasti chia seeds — biji-bijian yang bermanfaat bagi kesehatan, di antara dapat mencegah penyerapan kalori dalam tubuh, sehingga bisa membantu kamu menurunkan berat badan.

Selain itu, chia seeds juga menyerap gula dan baik bagi penderita diabetes.

Dalam biji chia terdapat kandungan Omega-3, karbohidrat, protein, fiber, anti-oksidan, dan kalsium.

Chia seeds tersebut diolah dengan campuran daun basil dan potongan strawberry, pisang, raisin, Australian almond, dan daun mint. Lengkap disajikan dengan granola, vanilla almond milk, wheat bread with walnut and raisin, dan tambahan madu untuk penambah rasa manis.

Dan yang terpenting, sugar free.

Dijamin pada suapan pertama, kamu langsung merasakan sensasi mouthgasm karena rasanya yang luar biasa nikmat. Saya pun langsung jatuh cinta pada menu satu ini.

Apalagi jika memakannya bersama orang yang kamu kasihi. Jadi, kapan mau coba brunch Chia and Basil Seeds Pudding di Amber?


Teks dan foto oleh Erfan Haryando.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s