Ruang Seduh: Ngopi sambil nikmati donat kampung rasa kekinian

Setelah selama sepekan penuh menjalani aktivitas, saya selalu meluangkan me time demi memanjakan mata dan diri pada akhir pekan.

Pada hari Minggu lalu, misalnya, saya tak terasa telah menghabiskan lebih dari setengah hari berleyeh-leyeh di tempat tidur. Tapi sebagai seorang lelaki metropolitan yang aktif di dunia pergaulan ibu kota (usia yang hampir menginjak kepala empat tak boleh dijadikan alasan untuk kendor dalam menjaga eksistensi), rasanya kurang afdol kalau membuang waktu weekend hanya di rumah. Paling tidak, kaki ini harus diajak pergi ke tempat lain selain tempat kerja.

Tertujulah pikiran ini untuk mendatangi tempat-tempat yang bisa memberikan rasa santai, yang bisa ngopi-ngopi sambil foto-foto ala fashion blogger yang sering wara-wiri di Instagram. Yah, meskipun usia tak lagi muda, tapi jiwa masih tetap sama seperti mereka yang di awal 20 atau 30 tahunan.

Sampailah saya pada sebuah tempat baru yang pas dengan mood kala itu, Ruang Seduh — sebuah tempat ngopi baru di Jakarta yang mengusung konsep open coffee bar, atau bar kopi tanpa batas.

Di sini, saya mendapatkan pengalaman berbeda dari kedai kopi kebanyakan. Dengan konsep coffee bar — yang sering dianggap “dapur rahasia” oleh banyak kafe — saya bisa melihat secara terbuka proses pembuatan kopi. Bahkan, dapat juga mempelajari bagaimana cara membuat kopi secara langsung.

Begitu memasuki ruangan kafe, seorang barista langsung menghampiri dan menyapa saya. Ia menjelaskan tentang empat pilihan biji kopi single origin yang ditawarkan. Biji-biji kopi ini datang dari dalam dan luar negeri.

Ruang Seduh juga menyajikan minuman kopi berbasis espresso. Biji kopi untuk minuman kopi berbasis espresso ini merupakan gabungan biji-biji kopi yang datang dari Ethiopia, Jawa, dan Sumatera.

Meski terdengar fancy dan sophisticated banget, pilihan saya jatuh pada secangkir hot latte, ditemani dua buah donat kampung berbasi kentang yang baru dimasak.

“Kalau beli donat dua, lebih murah, Mas,” kata seorang barista.

Jadilah saya memesan dua donat, rasa meises dan Nutella. Boleh dibilang rasa-rasa donat ini juga mengikuti perkembangan zaman. Ada aroma vintage (dengan meisesnya) dan nuansa kekinian (dengan Nutella). Saya pikir ke depannya Ruang Seduh juga akan mulai menyajikan donat rasa red velvet dan Oreo hehe.

Oh ya, selain donat kampung, di sini juga dijual aneka pastry, cookies, pao, roti pisang, dan lain-lain, lho.

Secara baru dibuka pada akhir Desember tahun lalu, memang masih belum banyak yang mengunjungi Ruang Seduh. Alhasil, suasana nyaman dan happy pun saya nikmati saat kunjungan pertama ini.

Sambil menikmati panganan yang saya pesan, mata ini dimanjakan oleh atmosfir yang hip dan artsy di sekitar kafe. Nuansa ruangan yang serba putih membuat warna kopi jelas terlihat.

Lokasinya bebas dari suasana mal (seperti beberapa kafe ternama di ibu kota), bisa dibilang tersembunyi, tepat berada di belakang toko buku Aksara, Kemang, Jakarta Selatan.

Ruang Seduh juga bertetanggaan dengan tempat pemutaran film Kinosaurus dan Ganara Art Space, sebuah studio dan galeri seni. Kalau kamu pencinta kopi, film, dan seni rupa, boleh dikunjungi tempat ini. All-in-one. Saking cantiknya tempat ini, tak hentinya tangan ini mengabadikan suasana ini dengan kamera andalan.

Ingin rasanya berlama-lama di Ruang Seduh, tapi sayang, saya harus buru-buru pergi karena sang gebetan sudah menunggu di tempat lain.

Ruang Seduh Kemang

Jalan Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan

Jam buka: 08:00 – 21:00


Oleh: Erfan Haryando

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s