Ngegym Sabtu Malam Bukan Karena Jomblo

63400961

Membayangkan ngegym di malam Minggu saja tidak pernah, apalagi benar-benar melakukannya.

Sabtu malam itu, saat hujan baru saja mengguyur Jakarta setelah melalui musim kemarau yang menyebabkan kebakaran hutan di beberapa daerah di Indonesia, akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengasah otot di gym.

Mana jam kencan pula. Saya jadi merasa miris terhadap diri sendiri. Awalnya saya berpikir, “Apakah ini memang nasib kebanyakan jomblo metropolitan yang memang tidak punya teman untuk diajak hangout di malam Minggu?”

Atau seiring bertambahnya umur, semakin sedikit pula teman-teman yang kita miliki? Alhasil, pada Sabtu malam itu saya merenung.

Tapi sebelum terlalu dibawa mengkhayal lebih jauh, saya diajak rekan kerja, Qowi, partner saya di Lelaki Metropolitan yang kebetulan memang seorang “gym freak”. Saya pun menyadari, ternyata Sabtu malam bukan hanya untuk berduaan sama pacar atau hura-hura saja. Tapi jika kita memiliki tujuan, kita bisa mendapatkan manfaat lebih dari cuma menghabiskan waktu dan uang saja.

Kami sepakat untuk melatih otot bagian dada, kebetulan memang saya sudah cukup lama tidak melatihnya. Bagi saya, memiliki seorang teman latihan merupakan “sesuatu” (udah mirip Syahrini, belum?). Salah satu keuntungannya, ya tidak perlu membayar jasa orang lain untuk membantu kita memotivasi diri, atau mendorong untuk melakukan satu tambahan repetisi. Mirip-mirip lah dengan menggunakan service personal trainer, tapi ya itu tadi. Enggak perlu bayar.

Sejujurnya, selama beberapa tahun belakangan ini, saya merasa ketergantungan dengan menggunakan jasa PT. Saya merasa keindahan bentuk tubuh saya tergantung kepada jasa PT itu. Rasanya, kok saya enggak percaya diri jika latihan sendiri tanpa panduan seorang PT.

Kadang muncul kekhawatiran seperti, takut salah urat, takut otot tangan kanan saya misalnya lebih besar dari sebelah kiri, dan beribu alasan lainnya. Intinya sih, rasa malas berkepanjangan selalu mampir kalau tidak ada orang lain yang memaksa saya untuk memompa otot-otot di tubuh saya.

Saya menyadari memang diperlukan banyak sekali perjuangan. Mulai dari latihan yang keras, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup untuk mendapatkan badan bak seorang model pria papan atas. Yang terukir sempurna dan membuat lawan jenis (atau sesama jenis bagi penyuka sesama) berdesir jika melihatnya.

Ya, salah satunya adalah perjuangan berlatihan di Sabtu malam ini. Semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih sehat. Syukur-syukur, entah pada Sabtu malam yang keberapa setelah ini, bisa berlatih bersama pasangan.

Paling tidak, pada Sabtu malam itu ada sebuah hal positif yang saya dapatkan daripada hanya sekadar hangout ketawa-ketiwi tanpa ada tujuan jelas.


 

by Erfan Haryando

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s