‘Puisi Cahaya Bulan’ karya Soe Hok Gie

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih selembut dahulu

memintaku minum susu dan tidur yang lelap

sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih

lembah Mandalawangi

kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram

meresapi belaian angin yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra

lebih dekat

apakah kau masih akan berkata

ku dengar detak jantungmu

kita begitu berbeda dalam semua

kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku

dengan ribuan pertanyaan

yang takkan pernah ku tahu

dimana jawaban itu

bagai letusan berapi

bangunkan ku dari mimpi

sudah waktunya berdiri

mencari jawaban kegelisahan hati


Hasil karya galau @BentaraBumi bareng @sidhancrut dan @radityanugie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s